Kerajaan Medang Kahuripan di Madiun

Pada abad ke-8 M wilayah Madiun berada di bawah pemerintahan Mataram Kuno dengan penguasa Dinasti Sanjaya yang berpusat di sekitar Jogjakarta sekarang, tidak lepas dari politik dan perebutan kekuasaan maka pusat pemerintahan kerajaan Mataram Kuno berpindah beberapa kali dan sampai akhirnya pusat pemerintahan pada abad ke -10 pindah ke Jawa Timur kemudian disebut  kerajaan Medang yang merupakan dinasti Isyana sebagai penerus Dinasti Sanjaya dan Syailendra. Lagi

Iklan

Apa Isi Stupa Induk Candi Borobudur?

Mungkin telinga kita sudah gak asing lagi mendengar candi borobudur dan mungkin sebagian dari kamu sudah pernah berkunjung ke candi yang kemegahannya sudah terkenal di seluruh dunia dan sempat menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia. Mungkin juga kalian bertanya-tanya apa sich yang terdapat di dalam stupa induk candi borobudur. sebagian ahli sejarah yang pernah kutanya mengatakan kemungkinan dalam stupa induk ada sebuah arca yang lebih besar dari arca-arca yang lain. taetapi ada juga yang mengatakan didalam stupa induk ada sebuah batu beasar berlubang yang berfungsu\i ubtuk menyimpan abu jenazah dari slah satu anggota keluarga wangsa sailendra jadi candi dibuat untuk menghormati beliau. Banyak perkiraan-perkiraan tentang apa isi dari stupa induk candi borobudur melalui cerita ini kita akan menguak rahasia isi dari srupa induk pada candi borobudur. Lagi

Misteri Piramida

Piramida raksasa Mesir merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia saat ini, sejak dulu dipandang sebagai bangunan yang misterius dan megah oleh orang-orang. Namun, meskipun telah berlalu berapa tahun lamanya, setelah sarjana dan ahli menggunakan sejumlah besar alat peneliti yang akurat dan canggih, masih belum diketahui, siapakah sebenarnya yang telah membuat bangunan raksasa yang tinggi dan megah itu? Dan berasal dari kecerdasan manusia manakah prestasi yang tidak dapat dibayangkan di atas bangunan itu? Serta apa tujuannya membuat bangunan tersebut? Dan pada waktu itu ia memiliki kegunaan yang bagaimana atau apa artinya? Lagi

Bencana Kubur Peradaban Masa Lalu Indonesia?

Bisa jadi ada peradaban di masa lalu yang terkubur akibat bencana.

Bukan hal baru kalau negeri kita rawan bencana. Tak hanya saat ini, bencana telah terjadi di masa lalu. Sekretaris Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Soeroso mengatakan, bisa jadi ada peradaban di masa lalu yang terkubur akibat bencana. Lagi

Musso, anak Kediri yang ketika kecil rajin mengaji

BANYAK orang mengenalnya sebagai tokoh Partai Komunis Indonesia dalam pemberontakan 1926 dan 1948. Yang pertama aksi PKI menentang pemerintah kolonial Belanda. Yang terakhir gerakan PKI di Madiun, Jawa Timur, melawan pemerintah pusat.

Dialah Musso, anak Kediri yang ketika kecil dikenal rajin mengaji. Mendapat pendidikan politik ketika indekos di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, di masa-masa awal kemerdekaan sepak terjangnya tak bisa diremehkan. Peran politik Musso bisa disejajarkan dengan peran Sukarno, Hatta, Sjahrir, dan Tan Malaka.

Dia belajar politik di Moskow, Rusia, dan mengamati dari dekat strategi gerakan komunis Eropa. Ia bermimpi tentang negeri yang adil, setara, dan merdeka seratus persen. Ia memilih jalan radikal, bersimpang jalan dengan kalangan nonkomunis, bahkan juga kalangan kiri yang tak segaris. Tapi radikalisme itu tak membuatnya bertahan. Ia lumat dalam gerakan yang masih berupa benih. Akhir Oktober, 62 tahun lampau, Musso tersungkur. Lagi

Penyebab Bung Karno Digandrungi Wanita

Masyarakat hanya tahu, Bung Karno menyukai wanita-wanita… dan… wanita-wanita juga menggilai Bung Karno. Berbicara mengenai Bung Karno and his women, orang-orang dekatnya menjulukinya “jagoan”. Tentu wajar kalau kita bertanya, “Mengapa Bung Karno menjadi idola para wanita?” Lagi

Musso, anak Kediri yang ketika kecil rajin mengaji (2)

Misteri Surat Untuk Soekarno – Hatta

“SAYA, sebagai perwira muda, saat itu sadar tidak akan melibatkan diri ke dalam politik,” kata Soeharto dalam otobiografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya. Ketika itu, perseteruan antara Perdana Menteri Mohammad Hatta dan kubu Front Demokrasi Rakyat, koalisi kekuatan “sayap kiri” di Indonesia, semakin runcing sejak Agustus 1948. Sedangkan Letnan Kolonel Soeharto-menurut buku tersebut-membaca situasi, mengamati setiap kubu, dan menganalisisnya dengan cermat. Lagi

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: