Anak Autis Butuh Penanganan yang Berbeda-beda

Penanganan yang berbeda dan tepat akan mendukung anak untuk mengembangkan keterampilan sosialnya. Ketika memasuki usia sekolah, anak-anak autis akan mendapatkan manfaat dari pelatihan keterampilan sosial dan terapi yang pernah diberikan sebelumnya.

“Ada berbagai macam terapi dan pendekatan. Beberapa terapi autisme berfokus untuk mengurangi perilaku yang bermasalah dan mengembangkan komunikasi dan keterampilan sosial, sementara terapi lain menangani masalah integrasi sensorik, keterampilan motorik, masalah emosional, dan kepekaan terhadap makanan,” kata Melinda Smith, M.A dari UCLA Center for Autism Research & Treatment seperti dilansir Autismspeaks.org, Senin (2/4/2012).

Orangtua tidak harus memilih 1 jenis terapi saja. Tujuan pengobatan autisme adalah untuk mengobati semua gejala dan memenuhi kebutuhan anak. Untuk itu, dibutuhkan pendekatan kombinasi dari berbagai jenis terapi. Pengobatan autisme secara umum meliputi terapi perilaku, terapi wicara, terapi bermain, terapi fisik, terapi okupasi dan terapi gizi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa terapi perilaku yang intensif sejak dini akan meningkatkan kemampuan belajar, komunikasi dan keterampilan sosial anak autis. Hasil terapi ini memang bervariasi, namun semua anak yang diterapi mendapatkan manfaatnya.

Para peneliti telah mengembangkan sejumlah model intervensi dini yang efektif. Beberapa model ini berbeda-beda, tetapi memiliki ciri khas tertentu, yaitu

1. Anak menerima terapi yang terstruktur selama minimal 25 jam per minggu.

2. Terapis yang terlatih bisa memberikan intervensi di bawah pengawasan seorang profesional yang berpengalaman.

3. Terapi ini bertujuan mengajarkan kemampuan yang spesifik kepada anak. Kemajuan dalam mencapai target dievaluasi dan dicatat secara teratur.

4. Intervensi berfokus pada aspek utama yang terkena autisme, misalnya: keterampilan sosial, bahasa dan komunikasi, imitasi, keterampilan bermain, kehidupan sehari-hari dan keterampilan motorik.

5. Program ini memberikan anak kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya

6. Program ini secara aktif melibatkan orangtua dalam intervensi, baik dalam pengambilan keputusan dan melakukan terapi

7. Para terapis menekankan pada nilai-nilai unik serta kebutuhan anak dan keluarga

Banyak orang dengan autisme bisa hidup mandiri, bekerja secara produktif, menjalin hubungan dan menikmati hidupnya.

Dengan intervensi yang baik dan tepat, anak yang mengidap autis bisa mendapat kehidupan yang layak, tak kalah dengan orang-orang pada umumnya.

Putro Agus Harnowo – detikHealth

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: