Kenari Bantu Cegah Kanker Payudara

Konsumsi walnuts atau biasa disebut biji kenari ternyata memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Bahkan, khasiat yang hadir dalam biji kenari disinyalir mampu menurunkan risiko kanker payudara secara signifikan.

Temuan ini berdasarkan hasil penelitian yang dihimpun oleh para peneliti dari Marshall University, yang dilaporkan dalam Journal Nutrition and Cancer.

Dalam penelitiannya, peneliti melakukan pengujian pada seekor tikus untuk melihat manfaat dari konsumsi kenari. Hasil menunjukkan, risiko kanker payudara turun secara signifikan pada tikus yang mengonsumsi kenari setiap harinya dengan jumlah sedang.

Penelitian yang dipimpin oleh Elaine Hardman, dari Marshall Joan C. Edwards School of Medicine, juga membandingkan efek dari konsumsi makanan tertentu dengan pola makan yang mengandung kenari. Jumlah konsumsi kenari dalam pengujian setara dengan sekitar 2 ons per hari bagi manusia.

Hardman mengatakan bahwa selama periode penelitian, kelompok yang makan kenari sampai tahap kedua mengalami setengah penurunan kanker payudara dibandingkan dengan kelompok yang diet tanpa kenari. Bahkan, jumlah tumor dan ukuran kanker payudara secara signifikan jauh lebih kecil pada mereka yang mengonsumsi kenari.

“Makanan adalah obat yang penting dalam diet kita. Apa yang kita masukkan ke dalam tubuh akan membuat perbedaan besar. Makanan menentukan bagaimana tubuh berfungsi dan bereaksi terhadap penyakit dan kesehatan,” katanya

Hardman mengatakan, penelitian lain secara jelas telah menunjukkan bahwa beberapa senyawa yang terkandung dalam kenari mampu mengurangi risiko kanker atau memperlambat pertumbuhan kanker.

“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi kenari dapat menjadi bagian dari diet sehat dan mengurangi risiko kanker di generasi mendatang,” tandasnya.

Eurekalert

2 Komentar (+add yours?)

  1. Mochammad
    Sep 11, 2011 @ 17:37:59

    Wah di Maluku banyak pohon kenari. Jadi pengen tahu apa di daerah itu jumlah penderita kanker payudara lebih sedikit daripada di daerah lain. Ada nggak ya penelitian tentang itu…
    Kalau dipikir-pikir, obat herbal harusnya banyak dikembangkan di Indonesia mengingat kekayaan ragam hayati di nusantara ini.
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

    Balas

    • Guntur Suro Joyo
      Sep 11, 2011 @ 17:56:39

      Negeri kita ini kaya akan sumber alam. baik untuk obat atau untuk kebutuhan lainnya. sayang, pemerintah lebih memilih untuk menjualnya ke pihak investor di luar negeri daripada kita kelola sendiri. tanya kenapa? hehehehehe… terimakasih sudah mampir.🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: