IPTV-TV Masa Depan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat melahirkan konvergensi berbagai jenis media baru. Jenis media ini tidak sederhana untuk dikelompokkan ke dalam bagian dari broadcast, telekomunikasi ataupun internet. Hal ini dapat dimengerti karena sifatnya yang  saling terhubung. Jika sebelumnya melalui teknologi televisi biasa,  penonton hanya dapat bersikap pasif – pasrah pada sejumlah program yang disajikan, maka dengan kehadiran media baru ini, mereka dapat lebih aktif dan dapat berinteraksi untuk menikmati program-program sesuai pilihannya (relying on choice).

Salah satu media baru yang tengah berkembang di dunia adalah IPTV (Internet Protocol Television), yaitu siaran televisi, video, teks atau data berbasis internet dengan kecepatan minimal 2 megabyte perdetik yang dapat diakses oleh para pelanggan. Teknologi IPTV memanfaatkan jaringan internet yang berkolaborasi dengan  kabel telpon dan tv kabel atau satelit. Di Indonesia misalnya, IPTV dapat memanfaatkan 8,7 juta kabel jaringan tetap di seluruh Indonesia. Berbagai keunggulan yang ditawarkan IPTV bila dibandingkan dengan tv biasa antara lain kemampuannya untuk merekam atau menghentikan gambar saat tayangan tersebut sedang disiarkan. Dengan demikian kendali atas IPTV sepenuhnya ada di tangan penonton (personal). Bahkan tayangan tersebut dapat diakses secara mobile tanpa harus berada di dalam rumah, melaui alat alat seperti decoder yang terhubung dengan internet sehingga tayangan dapat dinikmati dari jarak jauh.

Untuk mengakses IPTV memerlukan sebuah PC dan set top box yang terhubung pada tv. Set top box harus dilengkapi Internet Protocol Multimedia System (IMS) untuk mengkombinasikan antara mobile internet dan content broadcast. Penonton dapat menggunakan remote untuk mengontrol sistem yang ada dalam set top box misalnya untuk merekam, browsing, chatting, dsb.

Adapun jenis layanan yang menunjang IPTV antara lain: 1) Live tv adalah siaran televisi yang dipancarkan oleh stasiun-stasiun tv biasa. 2) Video and Music On Demand yaitu layanan siaran musik dan video sesuai permintaan penonton. 3) News On Demand yaitu layanan siaran berita sesuai permintaan penonton. 4) Voice Over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang memungkinkan komunikasi suara dan fax dengan menggunakan jaringan berbasis IP. Teknologi ini  dapat mengubah suara atau fax menjadi format data digital yang dapat dikirim melalui jaringan IP. 5) Network-based Private Video Recorder (NPVR) adalah fitur untuk merekam siaran langsung (real time broadcast) dalam jaringan server yang dapat diakses kapanpun diinginkan. 6) On line games yaitu layanan aneka games. 7) Parental guide yaitu layanan untuk melindungi anak dan remaja dari siaran yang yang tidak diperuntukkan bagi usia mereka. 8) Shopping on line yaitu layanan bagi para penonton untuk memesan dan membeli barang yang diminati saat menyaksikan sebuah tayangan.

Dalam sistem layanan IPTV ada 4 pihak yang berperan dalam menentukan keberhasilan pengoperasian layanan IPTV : 1) content provider yaitu penyedia program-program tv dan konten multimedia. 2) service provider yang befungsi untuk mengatur dan mengendalikan layanan IPTV. 3) network provider yaitu pihak yang menjalankan fungsi pengiriman dan distribusi. 4) customer yaitu pelanggan yang menikmati layanan IPTV.

Saat ini perkembangan IPTV di banyak negara semakin meningkat seiring dengan bertambahnya pengguna internet. Diperkirakan pada tahun 2010 pengguna IPTV akan bertambah sekitar 70 % yang didorong oleh negara-negra berpopulasi padat seperti Cina, India dan Indonesia. Peluang ini tampaknya dimanfaatkan oleh beberapa lembaga penyiaran berlangganan di Indonesia untuk menjajaki kemungkinan menerapkan layanan IPTV sambil menunggu regulasi yang akan dikeluarkan Pemerintah.

Sebagian besar IPTV provider di dunia berasal dari provider telekomunikasi dan internet  terkemuka dikarenakan layanan IPTV merupakan gabungan dari layanan penyiaran, telekomunikasi dan internet (triple play). Beberapa provider IPTV besar di dunia: AT&T – U Verse; Verizon Fios TV (Amerika). 2) T-Home (Jerman). 3) MaLigne TV (Prancis). 4) Telefonica Imagenio (Spanyol). 5) Swiss Com- Blue Win TV (Swiss). 6) British Telecom (Inggris). 7) PCCW (Hongkong). 8 Hanaro (Korea). 9) Chunghwa (Taiwan). 10) Sing Tel Mio TV (Singapore)

Televisi masa depan ini akan menjadi layanan yang sangat dinanti-nanti oleh para pengguna dikarenakan manfaat yang sangat besar dan sifatnya yang sangat personal dan interaktif.  Sebagai interaktif tv berbasis internet, IPTV memiliki keunggulan dari segi tampilan yakni ketajaman gambar yang sangat tinggi dan memberikan peluang komunikasi dua arah dan multiple stream. Dengan kehadiran IPTV, konsep komunikasi telah bergeser menjadi ‘broadcast yourself’ dimana semua pengguna bebas menentukan apa yang ingin ditonton sesuai kebutuhannya. Kehadiran tv masa depan ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk regulasi yang menjamin keamanan distribusi dan konsumsi layanan tersebut. Bagaimana pengaturan tv interaktif ini, akan menjadi pekerjaan rumah regulator. Selamat datang tv masa depan!!!

Yaziwan Uyun

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: