Waspada Akan Gempa

Potensi gempa di Indonesia memang terbilang besar, sebab berada dalam pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar yang aktif bergerak. Daerah rawan gempa tersebut membentang di sepanjang batas lempeng tektonik Australia dengan Asia, lempeng Asia dengan Pasifik dari timur hingga barat Sumatera sampai selatan Jawa, Nusa Tenggara, serta Banda. Kemudian interaksi lempeng India-Australia, Eurasia dan Pasifik yang bertemu di Banda serta pertemuan lempeng Pasifik-Asia di Sulawesi dan Halmahera.

Berhubung sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi baik waktu, tempat dan intensitas gempa di Indonesia, ada baiknya perhatikan beberapa hal saat bencana ini terjadi. Semoga bisa mengurangi resiko saat terjadi gempa.

 

Tips Menghadapi Gempa Bumi

  1. Jangan berlindung di bawah bangunan yang tidak kokoh. Hampir semua orang hanya “menunduk dan berlindung” ketika bangunan runtuh, meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
  2. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Kucing, anjing, dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus kita lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Kita dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit.
  3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Di samping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan, tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
  4. Jika kita berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
  5. Jika terjadi gempa dan kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaringlah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
  6. Jangan berada di belakang pintu pada saat gempa. Hampir semua korban ditemukan berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh. Mengapa? Jika kita berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang, Anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, kita akan tertimpa.
  7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan bangunan, tangga tersebut akan runtuh. Perlu diketahui bahwa tangga darurat hanya digunakan untuk kebakaran, bukan gempa!
  8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh kita dari bagian luar bangunan, jalur menyelamatkan diri kita semakin cepat.
  9. Bila dalam kendaraan, segera lah keluar. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh. Maka keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan.

 

Persiapan keadaan darurat jikalau gempa terjadi

  1. Menentukan tempat-tempat berlindung yang aman jika terjadi gempa bumi. Tempat berlindung yang aman adalah tempat yang dapat melindungi Anda dari benda-benda yang jatuh atau mebel yang ambruk, misalnya di bawah meja.
  2. Menyediakan air minum untuk keperluan darurat. Bekas botol air mineral dapat digunakan untuk menyimpan air minum. Kebutuhan air minum biasanya 2 sampai 3 liter sehari untuk satu orang.
  3. Menyiapkan tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian. Barang-barang yang sangat diperlukan dalam keadaan darurat misalnya Lampu senter beserta batere cadangan, air minum, kotak P3K (yang siap obat penghilang rasa sakit, plester, pembalut, dan sebagainya), makanan yang tahan lama (biskuit, atau kue-kue kering, mie), sejumlah uang tunai, buku tabungan, korek api, lilin, dan pakaian dalam dan luar secukupnya, barang-barang berharga yang harus dibawa saat keadaan darurat.
  4. Mengencangkan mebel yang mudah rubuh (seperti lemari anak-anak) dengan langit-langit atau dinding dengan menggunakan logam siku atau sekrup agar tidak mudah ambruk.
  5. Mencegah kaca jendela atau kaca lemari pakaian agar tidak pecah berantakan di saat gempa bumi dengan memilih kaca yang ketika pecah tidak hancur berserakan (Safety Glass) atau dengan menempelkan kaca film.
  6. Mencari tahu lokasi tempat evakuasi dan rumah sakit yang terdekat. Jika pemerintah setempat tidak mempunyai tempat evakuasi, pastikan Anda tidak pergi ke tempat yang lebih rendah atau tempat yang dekat dengan pinggir lau/sungai untuk menghindari tsunami.

 

Tindakan ketika gempa baru terjadi

  1. Matikan api kompor jika Anda sedang memasak. Matikan juga alat-alat elektronik yang dapat menimbulkan percikan api. Jika terjadi kebakaran di dapur, segera padamkan api dengan menggunakan alat pemadam api, pasir, atau karung basah.
  2. Membuka pintu dan mencari jalan keluar dari rumah atau gedung.
  3. Cari informasi mengenai gempa bumi yang terjadi lewat televisi atau radio.
  4. Utamakan keselamatan terlebih dahulu, jika terjadi kerusakan pada tempat Anda berada, segeralah mengungsi ke tempat pengungsian terdekat.
  5. Tetap tenang dan tidak terburu-buru keluar dari rumah atau gedung. Tunggu sampai gempa mereda, dan sesudah agak tenang, ambil tas ransel berisi barang-barang keperluan darurat dan keluar dari rumah/gedung menuju ke lapangan sambil melindungi kepala dengan helm atau barang-barang yang dapat digunakan untuk melindungi kepala dari benturan reruntuhan.
  6. Jika Anda harus berjalan di tengah jalan raya, berhati-hatilah terhadap papan reklame yang jatuh, tiang listrik yang tiba-tiba rubuh, kabel listrik, pecahan kaca, dan benda-benda yang berjatuhan dari atas gedung.
  7. Periksa, jangan sampai ada anggota keluarga yang tertinggal pada saat pergi ke tempat evakuasi. Jika bisa ajaklah tetangga dekat Anda untuk pergi bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: