Persepsi

Ternyata manusia diberi indera penglihatan hanyalah untuk melihat, tidak lebih daripada itu. Dilatih seperti apapun, mampunya ya hanya melihat. Makanya sering ketipu.

Hal ini dialami oleh Fulanah, seorang wanita muda yang karirnya melesat pesat. Dia adalah seorang General Manager di sebuah perusahaan besar di Jakarta.

Suatu hari, dia harus terbang ke Inggris untuk pertemuan beberapa hari di sana. Setelah tiba di Bandara, dia segera memesan tiket. Namun ternyata pesawat ditunda keberangkatannya hingga 1,5 jam. Dia memutuskan untuk membeli sekantong kue dan sebuah majalah untuk menemaninya, dan mencari tempat duduk yang enak.

Tas diletakkan di sebelahnya, bangku antara dia dengan seorang bapak tua dengan pakaian sederhana dan ramah. Asyik membaca kemudian dia teringat akan kantong kuenya. Tangannya bergerak mengambil sepotong kue di sebelahnya, dan ternyata ia mendapati si bapak juga ikut mengambil sepotong setelahnya. Itupun juga tanpa permisi atau basa basi, hanya dengan senyuman.

Fulanah pun geram dalam hati, pikirannya mulai diliputi rasa marah dan dongkol. Namun sebagai seorang yang terpelajar, dia mampu mengendalikannya. Jadi dibiarkannya si bapak tadi, walaupun ia tahu si bapak juga tetap ikut mengambil kue setelahnya, hingga akhirnya tersisa hanya sepotong. Fulanah dan si bapak beradu kecepatan untuk mengambilnya, dan dimenangkan oleh si bapak. Namun oleh si bapak dibagi dua dan diberikannya separuh potong untuk fulanah yang akhirnya tak mampu menyembunyikan muka dongkolnya. Sedang si bapak hanya tersenyum.

Waktu yang dinanti telah tiba dan Fulanah bergegas naik pesawat. Setelah menemukan tempat duduknya, dibukalah tas untuk menyimpan majalahnya. Alangkah terkejut ketika ia mendapati sekantong kue ada di dalam tasnya.

Ternyata malah dia yang menghabiskan kue si bapak, bahkan telah berpikir yang bukan-bukan, mempunyai persepsi buruk, dan ternyata dialah yang sebenarnya tidak tau malu. Ya, orang lain selalu tampak salah, kitalah yang menurut kita selalu benar. Bagaimana dengan Anda?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: