Bahasa

Bahasa Cewek ke Bahasa Indonesia

Ini adalah artikel guyonan. Jadi jika ada yang merasa tersinggung karena ternyata pernah mengucapkan salah satu kalimat di bawah (dan ternyata benar “Bahasa Indonesia”nya), ya saya mohon maap deeh..:) Kan ini cuma guyon maton.

BAHASA CEWEK

BAHASA INDONESIA
Nanti-nanti deh. Nggak akan pernah.
Kapan-kapan. Cuma kalau saya ingat dan mau, tapi nggak janji.
Mungkin. Nggak.
Nggak ada apa-apa tuh. Ada, tapi saya nggak mau kamu tahu.
Cuma gitu-gitu saja tuh. Kamu nggak perlu tahu.
Saya hanya pernah tidur dengan seorang cowok. Lebih dari satu.
Saya hanya pernah tidur dengan dua cowok. Empat atau lebih.
Belum pernah saya melakukan hal segila ini. Dengan cowok sebelum kamu pun saya bilang yang sama.
Saya bukan tipe cewek yang mau sex pada kencan pertama. Kalaupun saya mau, yang pasti bukan sama kamu.
Kita berteman dulu saja. Belum tentu saya tertarik kepada kamu.
Saya hanya ingin berteman dengan kamu. Saya nggak tertarik sama kamu.
Saya nggak ingin merusak persahabatan kita dengan berpacaran. Dengan cowok lain yang saya sukai, saya nggak keberatan merusak persahabatan saya dengannya.
Kamu itu teman terbaik saya. Kamu nggak akan saya kasih akses ke celana dalam saya, kecuali kalau darurat.
Apa saya kegendutan? Sebenarnya saya tahu saya gendut, tapi tolong jangan bilang begitu supaya perasaan saya lebih enak.
Apakah saya jelek? Sebenarnya saya tahu saya jelek, tapi tolong jangan bilang begitu supaya perasaan saya lebih enak.
Cowok nggak boleh pelit-pelit sama cewek. Kalau kamu pelit, prospek kamu untuk menelanjangi saya akan semakin jelek.
Dia (cowok) hanya sekedar teman biasa. Kalau saya nggak suka lagi sama kamu, mungkin dia cadangannya.
Itu cewek cantik juga yah. Awas saja kalau kamu bilang iya!
Selesai kuliah, saya mau kerja sambilan dulu. Sambil cari cowok yang bersedia membelikan saya cincin berlian.
Cowok itu kaya lho. Awas saja! Kalau dia mau sama saya, kamu akan saya tinggal.
Hobby saya? Makan-makan, jalan-jalan, shopping, dan nonton. Asalkan nggak bayar sendiri.
Apa pekerjaan kamu? Kalau gaji kamu kecil, jangan harap kamu dapat menelanjangi saya.
Banyak yang naksir saya lho! Moga-moga saja kamu akan naksir saya, karena sebenarnya nggak ada yang naksir saya.
Kamu baik deh. Kalau nanti saya minta tolong lagi, kamu harus membantu.
Lepas kondomnya dong, sayang. Saya ingin merasakan kamu secara langsung. Saya ingin ikut merasakan dompet kamu juga kalau saya hamil.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: